Perjalanan sperma dari vagina ke sel telur hanya menempuh jarak 15 centimeter, tapi itu adalah perjalanan hidup dan mati. Dan, perjalanan itu bisa dikisahkan sebagai berikut. 

Ilustrasi sperma. (shutterstock)

Ada sekitar 200 juta sperma yang dihasilkan lelaki saat mengalami ejakulasi tetapi hanya sekitar 2 juta sperma yang mampu mencapai serviks. Sisanya mati karena cairan asam di dalam vagina atau hilang saat terjadinya "flowback". 

Lantas, dari sekitar 2 juta sperma yang bertahan dan mampu mencapai serviks, hanya sekitar 1 juta yang berhasil selamat tiba di rahim. Sisanya dihentikan oleh lendir lengket, atau berenang ke saluran buntu dalam dinding serviks.

Dari sekitar 1 juta sperma yang masuk rahim, hanya sekitar 10.000 bertahan mencapai bagian tas rahim, sisanya diserang dan diserap oleh sel darah putih yang dihasilkan tubuh perempuan segera setelah sperma masuk perimeter pertahanan mereka.

Dari sekitar 10.000 sel sperma yang mampu bertahan hingga ujung rahim, gilirannya hanya sekitar 5.000 yang menuju arah yang benar. Separuh sisanya 'tersesat' menuju saluran telur lainnya.

Kemudian, dari sekitar 5.000 sperma yang masuk ke persimpangan berkelok uterotubal yang menghubungkan rahim dan saluran telur-satunya sekitar 1000 memasuki saluran telur. Sisanya terjebak dalam lendir yang melapisi persimpangan. Dari sekitar 1.000 sperma yang masuk ke saluran telur, hanya sekitar 200 mencapai sel telur. Sisanya terjebak pada lapisan saluran telur, atau mati. 

Dari sekitar 200 sperma yang mencapai sel telur, hanya satu yang beruntung membuahi sel telur. Sisanya didorong pergi oleh reaksi zona, yang membuat sel telur tak bisa dibuahi sperma lain. Ratusan sperma terakhir menjadi pakan untuk sistem kekebalan tubuh perempuan. Jadi, begitulah cerita para ksatria sperma.
 
Nada Ekanova Atasya © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top